MICHIGAN – Sebuah studi nasional menunjukkan warga Amerika Serikat mengaku kian stress. Survei terhadap 1.000 pria dan wanita usia 18 tahun ke atas itu mengungkapkan 47% responden merasa lebih stress ketimbang enam bulan lalu. Tak ada yang mengejutkan sumber utama stress adalah persoalan keuangan pribadi yang diakui oleh 49 persen responden – korantempo.com
Beijing, (ANTARA News) – Krisis keuangan global tampaknya akan meningkatkan peningkatan gangguan kesehatan mental bahkan bunuh diri, ungkap peringatan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).
Krisis ekonomi, krisis keuangan atau apapun itu disebut, yang jelas menjadi keprihatinan bersama, hampir semua orang ikut-ikutan sensitive, ketakutan hingga paranoid bahkan yang kurang beralasan secara langsung sekalipun karena kekurangpahaman akar permasalahannya seperti pedagang pulsa elektrik.
Secara sederhananya, akar permasalahan krisis adalah pengabaian resiko investasi, yang dalam hal ini sektor properti, yang terus didengung-dengungkan sebagai nggak ada matinye..
Skema kerjanya adalah sebagai berikut;
-
Rendahnya suku bunga menyebabkan property booming sebagai sarana investasi.
-
Lembaga kredit perumahan (kpr) mulai mengabaikan resiko supply demand dan menganggap bahwa harga property akan selalu naik.
-
Karena dianggap tanpa resiko, maka kredit yang dikucurkan tidak perlu melalui prosedur yang ketat; karena jika toh jika gagal bayar, harganya bahkan lebih menguntungkan ketika dijual.
-
Kredit mulai diberikan pada orang-orang yang kurang layak secara financial, penghasilan pas-pasan, dikategorikan sebagai sub-prime mortgage.
-
Harga naik dengan tidak wajar.
-
Permintaan naik sehingga supplier berbondong-bondong menyediakan perumahan.
-
Booming sektor perumahan turut andil dalam merangkak naiknya inflasi, suku bunga ikut naik guna meredam inflasi.
-
Sub-prime mortgage mulai macet karena cicilan naik mengikuti suku bunga sehingga diluar kemampuan bayar klien, rumah-rumah mulai di sita sejak tahun 2005.
-
Supply naik + permintaan menurun = harga mulai turun.
-
Inflasi yang masih tetap tinggi berikut suku bunganya menyebabkan makin banyaknya kredit macet dan rumah yang disita.
-
Supply penjualan rumah terus meningkat menyebabkan harga semakin turun, lebih rendah dari plafon kredit yang diberikan semula.
-
Kejadian terus berlangsung hingga harga rumah anjlok dan menyebabkan kerugian lembaga kpr
Lalu kenapa banyak lembaga keuangan dan investasi yang bukan kpr yang ikut terkena imbasnya?
-
Lembaga kpr menjual ulang tagihan kredit kpr pada lembaga investasi untuk mempercepat perputaran uang dan memperkecil resiko.
-
Lembaga investasi mengemas ulang dan menjual kembali resiko tersebut pada lembaga investasi lain maupun retailer seluruh dunia.
-
Masih adanya kekhawatiran, membuat lembaga investasi saling membuat jaminan ‘asuransi’ untuk meyakinkan penjualannya.
-
Potensi kerugian yang semakin bertambah tersebut akhirnya terealisir seiring naiknya kredit yang gagal bayar dan turunnya harga perumahan pada harga wajarnya.
Bears Stearn, Lehman Brothers yang bangkrut mungkin tidak begitu dikenal oleh awam di Indonesia, namun menyebut AIG yang sahamnya merosot dari all time highnya 76.27 USD menjadi hanya 2.33 USD saja terlukis betapa parahnya krisis pada lembaga investasi tersebut bahkan jika tidak segara ditalangi oleh pemerintah sebesar 37M USD, bayangkan dampaknya jika nilai asuransi nasabah AIG di Indonesia mendadak menjadi nol.
Tapi tak perlu lagi khawatir karena pemerintah AS telah turut campur dalam hal tersebut, lumayan mengurangi jumlah survey stress, jika ada.
Selain itu, dengan suksesnya pertemuan G20, yang menguasai 85% perekonomian dunia, untuk berkomitmen memperbaiki kondisi keuangan, merupakan pula konfirmasi masa-masa suram krisis ekonomi akan segera terlewati untuk mulai kembali bangkit.
Semoga bermanfaat, dan sukses selalu.
Juanda.tjoa@gmail.com
Private investment management


